Hai guys, kisi-kisi UAS baca di sini aja yah 🙂

Makanan khas daerah merupakan makanan yang biasa dikonsumsi oleh masyarakay tertentu dengan cita rasa khas yang diterima oleh masyarakat tersebut. Terdapat sejarah kenapa dinamakan “makanan khas daerah” yaitu pada perang dunia kedua terdapat kuliner dunia, dan terdapat dua pulau yang menyumbangkan sebagian rempah-rempahnya yaitu pulau jawa dan pulau maluku. (udah pahami sampai sana saja hehe..)

Makanan terbagi menjadi dua, yaitu makanan yang sudah dimodifikasi dan yang belum dimodifikasi. Perbedaannya? Pasti pahamlah yah hehe.. Bedanya? jika yang sudah dimodifikasi terdapat perbedaan di rasa dan dibentuk. Contohnya (Cireng isi keju, Surabi greentea dsb)

Bahan makanan pun terbagi menjadi dua, yaitu bahan nabati dan bahan hewani. Bahan nabati yang berasal dari sayur mayur dan tumbuhan. sedangkan hewani? pahamlah yah kalian hehe 🙂

Kandungan makanan sebenarnya banyak tetapi yang utama ada 4 yaitu :

  1. Karbohidrat (Sumber kalori utama)
  2. Protein (Zat pembangun)
  3. Vitamin (Metabolisme tubuh)
  4. Lemak (Sumber energi kedua setelah karbohidrat, lemak dibagi menjadi dua yaitu lemak yang dapat dilihat dan lemak tidak dapat dilihat, lemak juga dapat menghancurkan Vitamin A,D,E,K)

Dan inilah contohnya :

Ikan bakar merupakan makanan yang merupakan banyak proteinnya, yang rendah lemak contohnya ketoprak.

Pengemasan merupakan wadah atau tempat yang digunakan untuk mengemas makanan khas daerah menjadi lebih menarik dan menjaga kualitas makanan agar tetap higienis. Pengemasan terbagi menjadi 3 yaitu

  1. Pengemasan Primer (pengemasan yang langsung berhubungan dengan produk makanan)
  2. Pengemasan Sekunder (pengemasan yang membungkus pengemasan primer)
  3. Pengemasan Tersier (pengemasan yang membungkus pengemasan primer dan sekunder)

Contoh pengemasan diantaranya kertas, plastik, alumunium foil, kaca, daun, karton, kardus, kayu.

Untuk pengemasan pada umumnya :

Primer : Kertas, Plastik, Kaca, Alumunium foil, kaca, daun

Sekunder : Karton, Kardus

Tersier : Kayu

Tujuan dari pengemasan :

  1. Harga jual menjadi lebih mahal
  2. Lebih menarik konsumen
  3. Kualitas makanan terjaga
  4. Meningkatkan daya saing

Hal-hal yang perlu dipertimbangkan dalam memulai wirausaha diantaranya :

  1. Pilih lokasi yang tepat untuk memulai usaha
  2. Pilih salah satu jenis makanan ringan khas daerah
  3. Inovasi yang tiada henti

Hal-hal yang termasuk tantangan yang dihadapi oleh pelaku usaha makanan khas daerah yaitu :

  1. Menghasilkan makanan khas daerah yang memiliki kadaluarsa yang panjang
  2. Kemasan produk kuliner yang bisa menjaga kualitas makanan dan tetap higienis
  3. Pemasaran produk ke daerah sendiri dan daerah lain
  4. Memasarkan produk makanan daerah melalui internet (online ataupun offline)

Hal-hal yang terpenting dalam melakukan wirausaha diantaranya

  1. Inovasi
  2. Keuletan
  3. Pengalaman
  4. Berani mengambil resiko

Terdapat 2 faktor dalam wirausaha yaitu faktor internal dan faktor eksternal

Faktor non teknis dalam wirausaha yaitu Perencanaan, menetapkan tujuan dan Inovasi.

Analisis pasar terbagi menjadi 4 yaitu :

  1. Analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, Threat)
  2. Analisis 6M (Man, Money, Material, Machine, Method, Market)
  3. Analisis 4P (Product, Price, Place, Promotion)
  4. BEP (Break Event Point)

Teknik memasak terbagi menjadi dua yaitu pemanasan basah dan pemanasan kering.

Contoh pemanasan basah yaitu segala sesuatu yang menggunakan dominan air

sedangkan kering menggunakan minyak atau dominan airnya tidak ada atau sedikit.

K3 merupakan kepanjangan dari Keselamatan dan kesehatan kerja.

 

Sudah deh segitu aja hehe.. Goodluck UASnya yah kalian :*