Oke kemarin saya sudah nulis kegiatan backpackeran saya beserta teman-teman, dan ini adalah tulisan lanjutannya. Tanpa panjang lebar, saya langsung ke ceritanya yah, dan inilah ceritanya :

Tanggal 28 Januari 2014.

Alarm pun berbunyi pada pukul 01.00, kenapa di set alarm jam 1? karena kita akan mulai berkelana di bromo mulai jam 2, kita rasa 1 jam persiapan cukup. Saking dinginnya air dan cuaca di bromo, kita pun memutuskan hanya untuk siap-siap saja tanpa mandi hehe.. dingin soalnya. Selagi kita sedang siap-siap, Jeep yang akan mengangkut kita pun sudah siap sedia di depan penginapan. Setelah kita sudah siap semua, kita pun mulai perjalanan kita dengan tujuan pertama yaitu ke Penanjakan untuk lihat sunrise. Oh yah, kita menggunakan 1 Jeep saja dan Jeepnya pun Jeep terbuka, karena kalau Jeep tertutup tidak akan muat menampung jumlah kita yang banyak. dan enak loh yang terbuka itu karena kita serasa menyatu dengan alam. #ciieee hehe.. Selama di Jeep kita mencoba untuk mengobrol agar tidak ngantuk tapi tetap saja ada diantara kita yang masih ngantuk. Setelah sampai, kita pun harus berjalan ke atas untuk melihat sunrise, baru beberapa menit perjalanan, kita harus berhenti sejenak karena salah satu teman dari kita ada yang pusing, setelah istirahat beberapa menit kita lanjutkan lagi perjalanan, dan 2 teman kita merasa tidak kuat alhasil mereka menggunakan jasa kuda. For your information, harga kuda bulak balik itu Rp.100.000,- . Tipsnya “jangan pernah bayar dari bawah, bayarlah ketika dari atas ke bawah” kenapa? karena kalau kita udah bayar ketika sudah diatas, maka jarang untuk naik kuda lagi ke bawahnya, alhasil cuma sekali jalan saja.

Ceritanya kita sudah diatas, dan diatas kita menunggu keindahan akan terbitnya matahari. Tapi ternyata eh ternyata kita tidak bisa melihat keindahan itu dikarenakan tertutup kabut. Tetapi kita tidak bergitu kecewa karena masih bisa melihat keindahan bromo  walau dengan kabut. Dan ini lah penampakan kita berfoto-foto disana.

Ini adalah penampakan sunrise walaupun tertutup kabut hhe,,

IMG_6056

 

Nah kalau ini, penampakan kita berfoto-foto setelah sunrise ya walaupun gagal hehe..

IMG_6123 IMG_6138

 

Oke, setelah kita puas di tempat ini. Kita pun memutuskan untuk melanjutkan perjalanan kita yang kedua yaitu Bukit Savana alias Bukit Teletabis. Tapi sebelum kesana, kita ke toilet dulu karena disana tidak ada toilet. Dan tahukah kalian mentang-mentang bromo tempat wisata, maka toilet pun jadi mahal. Harga toilet yang biasanya 2000 saja dan ini harganya 5000 hehe.. mahal yah.

Setelah kita dari toilet tanpa panjang lebar kita langsung menuju bukit savana. Setelah sampai, kita pun berfoto-foto disana. Jarak dari penanjakan ke bukit savana tidak begitu jauh yaaa lumayan lah 5-10 menit mah ada.

dan ini lah penampakan kita berfoto disana.

IMG_6284 IMG_6287

Setelah kita puas berfoto-foto di bukit savana, maka kita berpindah ke tempat lainnya yaitu ke pasir berbisik, jarak dari bukit savana ke pasir berbisik itu tidak jauh malah kebilang dekat tetapi untuk mendapatkan view yang bagus ya kita masih harus menggunakan jeep untuk ke tempat itu, kurang lebih 5 menit. Dan inilah foto-foto kita :

IMG_4240 IMG_6192 IMG_6364 IMG_6400 IMG_6418

Setelah selesai di pasir berbisik, kita pun melanjutkan perjalanan ke kawah bromo. Jarak dari pasir berbisik ke kawah bromo itu tidak jauh, ya 5 menitan lah..

tahukah kalian? kalau ke kawah bromo itu tinggiiiiii sekali dan banyak anak tangganya, jadi sebelum kita menaiki anak tangga, kita harus jalan dulu. ini penampakannya :

IMG_6442 IMG_6452

keliatan kah tingginya kawah bromo? tinggi banget bukan? kalau ga percaya kawah bromo tinggi, nih lihat yang ini deh ..

IMG_6450

dan ini foto kita ketika diatas alias dikawah bromonya :

kawah bromo

Kawah bromo merupakan tempat terakhir perjalanan kita, setelah kita puas dengan bromo kita pun kembali ke penginapan untuk beristirahat. Dari bromo ke penginapan kurang lebih ditempuh jarak 10-15 menit. Setelah kita sampai di penginapan, kita pun bergegas untuk beristirahat, ada yang mandi ada juga yang langsung tidur ada juga yang makan terlebih dahulu.

Setelah istirahat malamnya kita mencoba untuk melakukan malam keakraban dengan cara main UNO dan ngobrol-ngobrol. Setelah jam berapa yah ya jam malam lah yah, kita mencoba packing terlebih dahulu karena besok harus check out dini hari.  Harusnya besok itu kita check out dari penginapan jam 8 tetapi karena ada kesalah pahaman antara kita dengan jasa travel alhasil kita check out jam 5.30, tetapi jasa travel kita itu menebus kesalahannya dengan mengajak kita ke rumah salah satu jasa travelnya namanya mba Dio, setelah di rumahnya kita dipinjamkan satu mobil dan diajak ke pantai pelabuhan perikanan gitu di probolinggo, kita hanya punya waktu hingga pukul 10.00 di pantainya karena kereta kita jam 11.00 untungnya antara rumah mba dio, pantai dan stasiun tidak begitu jauh, bisa ditempuh dengan 10 menit saja.  sayangnya pantainya bukan beneran pantai, ya jelaslah karna pantai itu digunakan untuk pertenakan atau pelabuhan ikan gitu saya lupa. Tetapi lumayan bagus buat foto-foto.

Setelah pukul 10, kami pun bergegas ke stasiun dan tujuan kereta kita bukan langsung kembali ke stasiun kiaracondong melainkan kita ke solo. Tahukah kalian tentang solo? Solo, dalam pikiran saya adalah kota yang cantik, orang-orangnya ramah dan baik hati eh ternyata ya kotanya memang cantik tetapi ada salah satu hotel ditempat saya menginap sambutannya itu tidak baik dan tidak ramah. Kita dari probolinggo itu transit terlebih dahulu ke solo, kita transit ke stasiun purwosari. Dari Bandung kita mencari penginapan untuk di purwosari susah banget dan kita ga dapet penginapannya, tetapi ketika perjalanan pulang menuju purwosari kita dimudahkan untuk mendapatkan penginapan. Ini saya hanya bantu review saja bagi kalian yang ingin backpackeran dan mampir ke purwosari, saran saya sih jangan nginep di hotel ini. Hotel ini namanya hotel Mekar Sari. hotel ini tidak jauh dari stasiun purwosari. Saya dan teman-teman sempat bingung, kenapa? karena ketika reservasi hotel di hotel mekar sari, wuiiihhhh keren deh penyambutannya juara dan saya rasa hotel ini enak untuk di tempatin, eh tetapi ketika kita sudah sampai di hotel ini ternyata 180 derajat berbeda dengan ketika kita reservasi di telp. Sambutan dari resepsionis yang super judes alias jutek, kemudian yang paling parah adalah ketika salah satu teman saya bilang “mas, pintu kamar mandi tidak bisa di tutup” dan tau kah kalian jawaban mas itu apa? dia dengan juteknya bilang “emang gitu, biarin aja”. Dari situ saya ga nyaman nginep disana. Oke kita pun cuek dengan si mas-mas yang jaga itu. Kita ga ambil pusing, kita bergegas untuk mencari makan malam. Kita mencari makan dengan udara malam khas solo, sejuk sih tetapi ada horornya juga, kita mencari makan cukup jauh dari penginapan, makan pun dekat stasiun karna di daerah penginapan tidak ada yang jual makanan yang kita mau. Sepanjang jalan, saya melihat ada segerombolan pemuda terlihat seperti mabok dan kita pun bergegas jalannya di percepat karna takut. Ketika sampai di tempat makan, kami pun makan.

Setelah makan tidak lama kemudian kita pun langsung pulang ke penginapan dan tidur. Besok paginya, kita bangun dan siap-siap pergi ke kampung wisata batik karna teman kita ada yang ingin beli oleh-oleh. Sebelum saya ceritakan perjalanan saya beli oleh-oleh saya akan kembali menceritakan hotel ini. tahukah kalian? ketika pagi hari, kita diberikan minuman dan roti dari hotel, tetapi hanya untuk 2 orang sedangkan dalam satu kamar terdiri dari 3 orang, serentak teman saya bilang ke masnya “mas, maaf kurang satu lagi” dan si mas itu jawab “hanya untuk 2 orang”. Aaaarrrgghh disana saya mulai kesal, dan saya ga mau ke hotel ini lagi. itu review saya tentang hotel ini. Maaf bukan saya menjelekan hotel ini tetapi saya merasa kecewa saja dengan pelayanan ini. Saya harap dengan adanya tulisan saya ini, dapat membuat hotel ini menjadi intropeksi diri karna pelayanan adalah kunci utama agar hotel dapat maju dan sukses.

Oke saya kembali lagi ke cerita, ketika pagi hari kita sudah siap, maka kita langsung ke terminal untuk naik bis ke wisata kampung batik. Terminal untungnya tidak jauh dari penginapan. Setelah sampai kami pun berbelanja oleh-oleh. Berhubung kita belum sarapan, maka kita mencari sarapan dulu, kita pun menemukan nasi liwet gitu ala solo, agak jorok sih karna mengambil nasi dan lauknya menggunakan tangan tetapi rasanya juara enaknya deh hehe.. udah enak+murah pula hehe..

Oke ketika selesai berbelanja kami pun pulang ke penginapan, setelah dari penginapan ga begitu lama kita packing dan langsung menuju ke stasiun purwosari untuk pulang ke bandung.

Itulah cerita saya dan teman-teman saya dalam “Backpacker Ke Bromo”. perjalanan ini membuat saya berkesan dan mempererat persahabatan kita. oke hanya segitu aja cerita saya, semoga bisa menjadi acuan / panduan ketika kalian mau ke bromo dari bandung menggunakan kereta.

Jangan lupa komentarnya yah🙂