Hai, sudah lama saya tidak nulis lagi.. kali ini saya tidak akan berbagi tentang materi pembelajaran di kuliah atau pun di sekolah ditempat saya mengajar melainkan saya akan bercerita tentang acara backpackeran saya nanti ke bromo. Saya berencana berangkat ke bromo pada tanggal 26 Desember 2014, karena sekarang belum tanggal 26 maka saya akan mencerikan pengalaman saya merencakan kepergian saya kesana.

Berhubung saya suka dengan backpacker maka saya akan mencoba transportasi yang murah meriah alias terjangkau, maka dari itu saya memilih untuk menaiki kereta api. Disana saya mulai mencari-cari tanggal dan harga yang sesuai dengan isi dompet tapi ternyata harganya lumayan melambung alias mahal, mulai dari 300.000 an, sedangkan saya berniat backpackeran jadi saya mencari alternatif lain sehingga pengeluarannya bisa sedikit ditekan.

Untuk kereta api dari Kiaracondong ke Probolinggo atau Malang itu harganya mahal sehingga saya mencoba-coba mencari alternatif lain dan tralalalaaa ketemu deh alternatifnya yaitu masih pakai kereta ekonomi tetapi pakai acara transit. ngerti ga maksudnya? jadi dari Stasiun kiaracondong kita transit atau tujuannya ke stasiun Purwokerto yang hanya memakan biaya cuma 35.000 saja, cukup irit bukan? setelah itu kita bermalam di hostel, disana saya sudah booking nama hostelnya itu adalah hostel setasiun, disana permalam itu 90.000 di bagi 3 orang jadi perorang memakan biaya 30.000 saja.

Besok paginya saya bersama teman-teman, oh iyah saya ke bromo bersama teman-teman kerja saya yang berjumlah 9 orang yang terdiri dari 3 orang laki-laki dan sisanya perempuan. Saya kembali ke cerita yah, Pada pagi harinya rencana kita langsung menggunakan kereta ke tujuan Stasiun Probolinggo yang di tarif harga 50.000 saja. kebayang ga tuh murahnya? jadi kalau di total2 perginya itu kita hanya memakan harga 35.000 + 30.000+50.000 = 115.000 saja, ya tambah makan malem di purwokerto paling banter 30.000 jadi total pengeluaran perginya saja 145.000, murah bukan? dibanding kita harus naik satu kereta tapi harganya 300.000an, coba dari pergi saja saya sudah punya untung brp coba? 300.000 – 145.000 = 155.000 itu adalah untung saya jika saya naik kereta ekonomi yang menggunakan transit.

Jadi intinya, saya hanya menyarankan saja jika kalian ingin backpackeran kemana saja coba cari alternatif kendaraan yang sangat atau yang paling murah yang kalian bisa dapatkan.

ini rencana saya untuk pergi ke bromo pada tanggal 26 Desember 2014, barangkali dari kalian ada yang mau ke bromo juga dan ingin backapackeran siapa tau ini bisa menjadi acuan kalian dalam menentukan harga. Eh tapi denger-denger untuk tahun depan kereta ekonomi tidak ada subsidi lagi jadi mau ga mau harus mengeluarkan kocek yang lumayan juga sih, coba deh googling untuk masalah ini.

Oke, ini adalah rincian rencana saya ke bromo tanggal 26 Desember 2014 sampai 30 Desember 2014 :

Jumat, 26 Desember 2014

>> 11.25 – 18.52 : Berangkat dari Stasiun Kiaracondong ke Stasiun purwokerto  (Rp. 35.000)

>> 10 menitan dari stasiun ke hostel (Rp.30.000)

Sabtu, 27 Desember 2014

>> 05.40 – 16.55 : Berangkat dari Stasiun Purwokerto ke Stasiun Probolinggo (Rp.50.000)

>> 16.55 – 19.00 : Dari Stasiun Probolinggo ke Bromo *kita menggunakan jasa orang* (440.000)

Include :

1. PP dari stasiun Probolinggo ke Bromo dan sebaliknya

2. Penginapan 2 hari 1 malam di Ngadisari Hostel

3. Sarapan pagi

4. Sewa Jeep

5. Wisata ke 4 Tempat (Sunrise, Bukit teletabis, Pasir Berbisik dan satu lagi saya lupa) hehe..

>> 21.00 – 02.00 : Istirahat di homestay

Minggu, 28 Desember 2014

>> 02.00 – Selesai TRIP BROMO (Jasa Sudah termasuk yang 440.000)

Senin, 29 Desember 2014

>> 08.00 – 10.00 : Berangkat ke stasiun Probolinggo (Jasa Sudah termasuk yang 440.000)

>> 11.04 – 18.07 : Stasiun Probolinggo ke Stasiun Purwosari (Rp. 50.000)

>> Cari Homestar (Rp. 50.000)

Selasa, 30 Desember 2014

>> 13. 12 – 23.00 : Berangkat dari Stasiun Purwosari ke Stasiun Kiaracondong (Rp. 55.000)

Total Pengeluaran :

>> 35.000

>> 30.000

>> 50.000

>> 440.000

>> 50.000

>> 50.000

>> 55.000

Total => 710.000

Saya membuat  300.000 untuk biaya makan + biaya tak terduga maka total pengeluaran saya nanti adalah Rp. 1.010.000

 

Setidaknya saya ingin mengeluarkan uang 1.000.000 dan kita lihat nanti ketika saya pergi apakah diluar kendali atau harga 1.000.000 tersebut bisa kurang dari 1.000.000

Oke segitu saja dulu, semoga bisa menjadi panduan ketika kalian ingin backpacker.

🙂