Waahh udah lama banget yah saya ga nulis, oke sekarang saya akan menulis tentang PPL, apa itu PPL? PPL itu singkatan dari Program Pengalaman Lapangan, PPL terdapat pada Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, saya ga tau apakah di Universitas lain ada atau tidak. PPL ini mengajarkan mahasiswa untuk mengetahui kenyataan dilapangan seperti apa, PPL mengajarkan mahasiswa untuk menjadi guru yang baik itu seperti apa, mahasiswa pun belajar kegiatan apa saja yang dilakukan guru selain proses belajar mengajar.

Pertama kali saya mendengar kata PPL itu rasanya gak jelas perasaan, mungkin karna saya tidak tahu harus PPL dimana, waktu itu saya sedang dirumah kemudian dapat sms dari teman saya (lida). Dia sms memberitahukan saya bahwa lokasi PPL sudah banyak terisi oleh mahasiswa lain, disana saya berfikir “wow saya telat daftar”, dan list sekolah yang tersisa itu SMA PGRI dan SMKN 8 Bandung, dll (saya lupa), saya hanya ingat 2 sekolah itu, saya sejenak berfikir :”dimanakah saya harus PPL?”. Setelah berfikir panjang saya mengucapkan Bismillah dan saya pun memilih SMKN 8 Bandung menjadi lokasi saya PPL.

SMKN 8 Bandung terkenal dengan SMKN bergengsi di Bandung, SMKN 8 Bandung adalah SMK yang berkecimpung di dunia otomotif, dan siswanya pun mayoritas laki-laki. Tapi itu tidak menyurutkan saya untuk dapat memilik SMKN 8 Bandung. Dan setelah saya masuk ke dalam dunia SMKN 8 Bandung tidak se-horor yang saya fikirkan, bahwa SMK itu siswanya menakutkan karna laki-laki yang tidak bisa diatur, SMK yang mensebelah matakan pelajaran KKPI karena SMKN 8 itu otomitif, oh iya saya itu dari jurusan pendidikan ilmu komputer jadi ngajarnya itu pada mata pelajaran KKPI (Keterampilan Komputer dan Pengolahan Informasi), ekh ternyata semua dugaan saya salah akan SMK. Ternyata SMKN 8 Bandung tidak se-horor yang saya bayangkan, melainkan SMKN 8 Bandung, siswanya sangat mudah diatur, mungkin karena SMK Negeri sepertinya.

Persiapan pun saya lakukan untuk menghadapi PPL mulai dari membeli baju style guru, kemudian sepatunya yang sesungguhnya bukan reasker banget deh, soalnya saya terbilang perempuan yang cuek dan tidak terlalu feminim, tapi lama-kelamaan saya pun dapat menyesuaikan diri akan pekerjaan yang harus saya alami.

Oke pendahuluannya sampai di sini dulu aja kali yah, masih ngegantung yah? nanti akan saya lanjutkan lagi di coretan reasker selanjutnya, terima kasih sudah membaca🙂